Peran Start – Up dalam Meningkatkan Produktivitas dan Menghasilkan Teknologi Tepat Guna dikaitkan dengan Upaya Bela Negara untuk Indonesia

 

Seperti yang kita ketahui belakangan ini mulai terjadi peningkatan perusahaan rintisan atau Start-Up di Indonesia, terlebih oleh mahasiswa yang mana dalam upayanya perlu didukung pihak kampus baik melalui mata kuliah maupun komunitas atau Unit Kegiatan Mahasiswa. Hal ini menyadarkan dan membuka mata semua pihak baik dari posisi tertinggi seperti rektor kampus, bahwasannya setiap mahasiswa memiliki minat dan skill yang dapat digali dan dikembangkan untuk membuat sebuah perusahaan rintisan. Tentunya pihak kampus memiliki peran yang cukup penting dalam perwujudan upaya Start-Up oleh mahasiswa sebagai pendukung dan pendamping. Hal tersebut tentunya juga kembali lagi kepada diri mahasiswa, apabila terdapat kemauan yang penuh dan ambisi yang utuh maka segala sesuatu dapat terjadi, termasuk terwujudnya perusahaan rintisan atau Start-Up.

Berbicara mengenai Start-Up maka tidak akan lekang oleh teknologi canggih yang mana teknologi tepat guna sangat berarti dan berperan besar dalam perwujudan Start-Up itu sendiri, terlebih pada era Revolusi Industri 4.0 saat ini. Sebuah Start-Up pada dasarnya memerlukan teknologi yang mendukung sistem pembangunan dengan kecepatan ekstrem, yang pada akhirnya Start-Up itu sendiri juga memiliki potensi untuk menerapkan teknologi tingkat lanjut. Adaya perusahaan rintisan atau Start-Up juga akan meningkatkan produktivitas terutama bagi mahasiswa dengan ide, kreativitas, dan ambisi yang besar. Tidak hanya berfokus pada produktivitas, sebuah Start-Up juga menghasilkan lapangan bagi SDM yang ada sehingga mereka dapat bergabung untuk menyatukan tujuan dan visi misi mereka.

Segala upaya perintisan usaha yang dilakukan perlu dikaitkan dengan upaya bela negara, dimana dalam proses perwujudan perintisan usaha dapat memahami dan mempelajari nilai-nilai bela negara yang ada. Jika dipikir kembali, sebenarnya untuk siapakah perusahaan rintisan tersebut diciptakan? Tentu saja untuk negara tercinta kita Indonesia. Semua warga negara wajib mengabdi kepada Indonesia dan memahami nilai-nilai bela negara, serta mengimplementasikan nilai-nilai bela negara tersebut pada kehidupan sehari-hari termasuk pada perwujudan perusahaan rintisan atau yang disebut dengan Start-Up.

Start-Up adalah kata yang merujuk pada suatu perusahaan yang beroperasi atau berjalan belum terlalu lama. Start-Up merupakan sebuah perusahaan rintisan yang digolongkan pada perusahaan yang bekerja dalam bidang teknologi dan juga informasi serta tumbuh berkembang di internet.  Sebuah Start-Up tentunya memiliki karakteristik tersendiri, yaitu merupakan perusahaan yang masih dalam tahap pengembangan, berdiri tidak lebih dari 3 (tiga) tahun, dan jumlah pegawai yang masih terbatas jumlahnya. Start-Up berarti sebuah awal dimana perusahaan masih dalam proses pengembangan dalam penciptaan teknologi. Dengan membangun Start-Up, maka berarti telah membuka lapangan kerja baru bagi SDM yang ada di Indonesia. Sebuah Start-Up yang baik tidak hanya memiliki pegawai yang berkualitas saja dalam penciptaan teknologi baru, namun juga memerlukan kreativitas, komitmen yang tinggi, dan mengukur seberapa besar efek yang akan dihasilkan dari penciptaan teknologi baru tersebut. Tidak hanya mempertimbangkan kegunaannya, namun juga mempertimbangkan resiko apa yang akan didapat ketika sebuah perusahaan rintisan menciptakan inovasi baru yang akan digunakan oleh masyarakat. Sebuah Start-Up dapat dikatakan meningkatkan produktivitas apabila telah dihasilkannya inovasi dan teknologi baru, namun tidak dengan jalan yang mulus dan mudah melainkan perusahaan tersebut melewati berbagai rintangan dan merasakan jatuh-bangun dalam prosesnya.

Tidak sedikit mahasiswa Indonesia yang kini telah memulai Start-Up atau perusahaan rintisan dengan berbagai inovasi dan kreativitas. Ini berarti sebuah perusahaan rintisan dapat dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Sebagai contoh yaitu 3 (tiga) mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur yang tengah mengembangkan usahanya, yaitu memulai Start-Up dengan tidak melupakan untuk mengimplementasi unsur bela negara, sebab perusahaan rintisan itu sendiri diciptakan untuk negara tercinta Indonesia. Salah satunya yaitu Jordhan Geotama, CEO “Sudut Kelasku” yang menciptakan aplikasi online “Sudut Kelasku” sebagai platform yang berguna untuk mempertemukan pelajar Indonesia dengan guru-guru honorer, sehingga mereka bisa melakukan kegiatan belajar mengajar secara privat. Tentunya hal ini dikaitkan dengan nilai bela negara yaitu cinta tanah air, dimana sebuah Start-Up bertujuan tidak lain adalah untuk anak bangsa dan guru-guru Indonesia yang berbakat.  


Kesimpulan

Sebuah Start-Up atau perusahaan rintisan yang baik adalah adalah Start-Up yang mengaitkan nilai-nilai bela negara dalam upaya penciptaan teknologi dan inovasi baru. Dalam era revolusi industri 4.0 ini, tentunya tidak hanya kuantitas dari SDM dan teknologi yang digunakan namun kualitas juga sangat diperlukan. Sebuah ide yang kreatif dan inovatif muncul dari SDM yang berkualitas sehingga akan menghasilkan suatu teknologi yang tepat guna bagi bangsa dan negara. Start-Up yang dikembangkan oleh mahasiswa perlu didukung dan dituntun sepenuhnya agar dapat berjalan dengan baik. Start-Up oleh mahasiswa juga dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berkreasi dan memberi pandangan bahwa mahasiswa dengan latar belakang manapun dapat memulai sebuah usaha rintisan dan mengembangkan teknologi baru yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Saran

Pihak kampus sebaiknya dapat mendukung mahasiswa yang membangun perusahaan rintisan/Start-Up dengan penyediaan fasilitas. Contoh penyediaan fasilitas yaitu seperti sarana atau tempat dimana mahasiswa tersebut dapat bertemu dan membangun relasi-relasi baru dengan pihak eksternal, sehingga Start-Up dapat berkembang lebih baik lagi, dikenal oleh masyarakat, dan bertemu investor-investor yang dapat mendorong perusahaan mencapai tujuan dan menghasilkan teknologi baru yang bermanfaat. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGALAMAN NONTON KONSER BLACKPINK DI INDONESIA!

PENUTUP; 2019

K-STAR ROAD, SMTOWN COEX ARTIUM DAN BANYAK LAGI!